MELAKUKAN AMALAN DENGAN TUJUAN DUNIAWI ?

Hari ini saya coba salin coretan waktu kajian tanggal 6 Juli 2008.

Materi ta’lim yaitu “Termasuk dari Kesyirikan Beramal dengan Tujuan Dunia”.

Beramal ikhlas karena Allah akan tetapi dengan tujuan supaya mendapat kedudukan, mendapatkan harta, usahanya lancar dan sebagainya yang berhubungan dengan duniawi.

Ia beribadah bukan karena riya’ atau sum’ah, dia ikhlas; akan tetapi tujuannya rendah, yaitu duniawi seperti untuk mendapatkan kedudukan, jabatan, mencari gaji, serta kemanfaatan kehidupan duniawi lainnya dan ia lalai dengan tujuan akhirat.

Ada beberapa contoh :

  1. Beramal dengan tujuan harta; seperti adzan untuk mendapatkan bayaran, belajar di perguruan tinggi untuk tujuan cuma cari ijazah, mengajar ilmu-ilmu agama tapi untuk cari upah semata.
  2. Beramal untuk menolak bala’
  3. Beramal agar dibalas Allah untuk hidupnya aman dari bencana di dunia saja.

Barangsiapa beramal dengan tujuan dunia, maka akan dibalas dengan dunia karena amalannya; akan tetapi tidak ada bagian di akhirat.

Orang seperti ini dijuluki penghamba dunia. Orang yang perhatiannya “pol-polan” sepenuhnya untuk perabot-perabotnya dan penampilannya. Orang yang tujuannya hanya duniawi disebut “hamba dunia”.

Lalu bagaimana orang yang ibadahnya untuk tujuan dunia ? Seperti mengajar di majelis taklim, misalnya, apabila ia diberi bayaran ia ridha, tapi kalau dia tidak diberi bayaran ia mendongkol dalam hatinya atau dengan perbuatannya.

Bahwa sesungguhnya rejeki itu sudah diatur oleh Allah, maka bertaqwalah kepada Allah dan pintar-pintarlah mencari rejeki dari Allah. Ketaatan kepada Allah merupakan faktor pengundang rejeki.

Yang wajib bagi seorang muslim yaitu :

  • Bila diberi rejeki —> bersyukur
  • Bila diberi bala’ —> bersabar

Beruntunglah orang yang selalu memegang tali kendali untuk berjihad fi sabilillah, meninggalkan kesenangan duniawi.  Rambutnya kusut dan kakinya penuh debu. Bila ia ditugasi mengawasi pasukan, ia jalankan dengan baik. Ia tidak menuntut jabatan yang lebih tinggi.

Manusia dibagi 2 :

  • Tidak ada minat kecuali duniawi
  • Minat terbesarnya adalah akhirat

Faedah dari uraian ini kurang lebih :

  1. Orang yang minatnya dunia, hal itu dapat berbalik pada dunia, sampai bila ia tertusuk duri, dia tidak mampu berlepas dari duri itu.
  2. Tujuan utama dalam beramal mesti adalah akhirat, sedangkan dunia secukupnya saja.
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: