Percobaan

Leave a comment

Mengamalkan Ilmu

Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Engkau tidak akan menjadi seorang alim hingga engkau menjadi orang yang belajar. Dan engkau tidak dianggap alim tentang suatu ilmu, sampai engkau mengamalkannya.”

Ali radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Ilmu membisikkan untuk diamalkan, kalau seseorang menyambut (maka ilmu itu akan bertahan bersama dirinya). Bila tidak demikian, maka ilmu itu akan pergi.”

Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullahu berkata:

“Seorang alim senantiasa dalam keadaan bodoh hingga dia mengamalkan ilmunya. Bila dia sudah mengamalkannya, barulah dia menjadi alim.”

(Diambil dari ‘Awa’iq Ath-Thalab, hal. 17-18)

Al Ustadz Zainul Arifin
Syariah, Permata Salaf

Leave a comment

KEADAAN DAN ANCAMAN ALLAH TERHADAP ORANG MUNAFIQ

Allah menyebutkan keadaan orang munafiq di hari pembalasan yaitu pada surat Al-Hadid ayat 14.

Orang-orang munafiq itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu (QS Al-Hadid : 14)

Read the rest of this entry »

Leave a comment

CIRI-CIRI DAN SIFAT ORANG MUNAFIQ

Berikut ini adalah cirri-ciri seorang munafik sejati

Orang-orang munafiq hendak menipu Allah dan orang-orang mukmin

Keadaan orang munafiq ini sangat berbahaya. Maka Allah menyebutkan sifat mereka secara luas dalam berbagai macam cara siasat mereka yang licin dan penakut itu supaya orang muslim menghindari sifat-sifat itu dan juga waspada terhadap orang-orang yang bersifat demikian. Supaya kaum mukminin jangan tertipu oleh siasat dan perangkap mereka. Mereka dengan perbuatan nifaqnya seakan-akan menipu Allah dan kaum mukminin, padahal akibat bahaya nifaq itu hanya akan menimpa diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak merasa dan mengerti yang demikian itu.

Read the rest of this entry »

, ,

8 Comments

JENIS NIFAQ

Nifaq I’tiqodi (Keyakinan)

Termasuk nifaq akbar, pelakunya menampakkan keislaman tapi menyembunyikan kekufuran. Jenis nifaq ini menjadikan keluar dari agama dan pelakunya berada dalam kerak neraka.

Sesungguhnya orang-orang munafiq itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. (QS An-Nisa : 145)

Read the rest of this entry »

Leave a comment

ORANG MUNAFIQ PADA ZAMAN RASULULLAH

Pada zaman Nabi Muhammad, ketika mulai terlihat kekuatan islam sesudah meraih kemenangan dalam perang Badar, barulah ada orang-orang yang berpura-pura islam padahal hatinya masih tetap kafir seperti Abdullah bin Ubay, tokoh khazraj yang pernah akan dinobatkan sebagai pemimpin di Madinah, tetapi gagal karena tiba-tiba nabi datang di kota Madinah.

Pada waktu perang Uhud, nabi keluar dari Madinah bersama ± 1000 orang pasukan. Ketika di tengah perjalanan antara Madinah dan Uhud, Abdullah bin Ubay bersama ± 300 pasukannya yang umumnya para pendukungnya, melakukan desersi dan kembali pulang.

Read the rest of this entry »

Leave a comment

PENGERTIAN NIFAQ

Nifaq menurut syara’ adalah menampakkan islam dan kebaikannya tapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan.

Allah mengelompokkan umat manusia kedalam tiga golongan, yakni : Mukmin, Kafir dan Munafiq. Allah menjelaskan ciri-ciri orang beriman (mukmin) secara ringkas. Lalu ciri-ciri orang kafir cukup dijelaskan secara ringkas pula. Kemudian dilanjutkan dengan mengurai ciri-ciri orang munafiq secara panjang lebar.

Golongan orang munafiq dibahas dengan sangat panjang karena mereka adalah golongan yang paling berbahaya di masyarakat. Oleh karena itu, sangatlah perlu kita mengenali ciri-ciri dan nasib mereka ini. Perlu dicatat bahwa penggolongan ini didasarkan atas apa yang menjadi keyakinan dan bagaimana mereka menjalaninya tanpa memandang warna kulit, bentuk kesaksian/syahadatnya, asal-usul, bangsa maupun afiliasinya.

,

9 Comments